You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 58 Pedagang Kaki Lima di Pasar Induk Kramat Jati Ditertibkan
photo Nurito - Beritajakarta.id

Lapak PKL di Area Parkir Pasar Induk Kramat Jati Ditertibkan

Sebanyak 58 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di area parkir Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (10/4), ditertibkan petugas gabungan.

"Keberadaan mereka mengganggu parkir kendaraan dan memicu kesemrawutan," 

Menurut Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, penertiban ini untuk menata pasar, khususnya area parkir, agar lebih rapih. Pihaknya juag sudah menyiapkan kios yang layak dan nyaman untuk para PKL ini.

Gubernur Pramono: Kritik Itu Obat Menyehatkan

"Keberadaan mereka mengganggu parkir kendaraan dan memicu kesemrawutan," kata Agus.

Dalam penertiban ini, jelas Agus, pihaknya mengerahkan 50 petugas internal dibantu 10 personel Polsek Kramat Jati, serta satu unit alat berat jenis soffel mini untuk membersihkan puing dan sampah.

Penertiban ini diapresiasi Jauhari, pedagang bawang di Blok C Pasar Kramat Jati. Dia menegaskan, selama ini keberadaan PKL sangat mengganggu area parkir. Sehingga calon pembeli enggan datang ke kios pedagang dan memilih belanja di tempat lain.

"Kami berharap, ini menjadi lebih tertib dan PKL juga bisa lebih nyaman berjualan di tempat barunya," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye14655 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

    access_time16-10-2026 remove_red_eye3722 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

    access_time15-10-2026 remove_red_eye2068 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

    access_time19-10-2026 remove_red_eye1763 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Pembangunan SPBU di Tiga Pulau Ditarget Segera Terealisasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1285 personAnita Karyati